Persatuan dan Keutuhan Bangsa Perlu Kita Jaga Bersama

bebascara.space – Ketua umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menuturkan pihaknya dan 15 ormas Islam yang bertemu Presiden Prabowo Subianto sudah membuka kesepakatan bersama-sama menyikapi dinamika masyarakat sebagian hari terbaru Haedar menyebutkan ormas Islam setuju untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.
“Kami milik pandangan yang sama juga bahwa kami kebolehan umat Islam sebagai milik peristiwa yang panjang di republik ini didalam kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan, sadari betul dan menghayati betul bahwa persatuan keutuhan dan masa depan bangsa memerlukan kami jaga bersama,” kata Haedar usai pertemuan dengan Prabowo dikutip Minggu (31/8/2025).
Haedar mengingatkan masyarakat yang memberikan aspirasinya di dalam demo untuk menjaga keadaban dan selalu waspada pada provokasi yang mengarah pada tindakan kekerasan dan anarkis.
“Kami sadari demokrasi dan aspirasi sedang hendaknya dan kami yakin semua rakyat Indonesia dapat gunakan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban dan mewaspadai dari terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan kelakuan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar dia.
Ormas Islam dapat Bantu Redakan Situasi
Sementara itu, Ketua lazim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Yahya Cholil Staquf penambahan ormas Islam sepakat menolong pemerintah meredakan ketegangan demo ricuh di beberapa daerah di Indonesia.
“Kami berdialog berasal dari hati ke hati memahami secara umum tetapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi terutama hari-hari ini dan kita bersepakat untuk bersama-sama bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan untuk mengajak kepada penduduk agar lebih tenang,” imbuh Gus Yahya.
Gus Yahya yakin kebersamaan ini bisa memisahkan tantangan dan dinamika ke depan. Gus Yahya menuturkan Prabowo bakal lagi mengakibatkan ormas-ormas Islam ke Istana Negara Jakarta di dalam pas dekat.
“Mudah-mudahan di sana nanti bakal datang sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama kesepakatan bersama-sama antara Presiden Prabowo Subianto bersama dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini,” mengerti Gus Yahya.
Pertemuan Prabowo dan 16 Ormas Islam
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakibatkan 16 organisasi kemasyarakatan atau ormas Islam ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung selama tiga jam. Prabowo didampingi oleh Ketua MPRI RI Ahmad Muzani, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra, dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Ormas Islam yang ada yaitu Muhammadiyah, NU, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hidayatullah, AL Irsyad, Persatuam Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII).